Faktor - faktor yang mempengaruhi Wanita Usia Subur (WUS) dalam melakukan pemeriksaan IVA di puskesmas Mlati II Sleman Yogyakarta
Abstract
Latar belakang : Kanker merupakan masalah kesehatan terbesar di Indonesia dan penyebab utama kematian nomor dua setelah penyakit kardiovaskuler. Data Globocan 2020 mencatat kasus kanker di Indonesia 396.914 dan jumlah kematian 234.511. Kanker leher rahim menempati urutan kedua 36.633 kasus atau 9,2% dari total kasus kanker. Data Riskesdas, Angka kejadian kanker terbanyak di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Kasus kanker seviks di Kabupaten Sleman tahun 2019 sebanyak 164 orang. Pemeriksaan IVA merupakan upaya program pencegahan dan pengendalian kanker leher rahim di Kabupaten Sleman. Laporan hasil pemeriksaan leher rahim selama 6 bulan di Kabupaten Sleman tahun 2022 kasus IVA positif 99 orang. Cakupan deteksi dini kanker leher rahim dengan metode IVA, Puskesmas Mlati II menempati peringkat kedua dengan persentase 4% dan menempati urutan pertama dengan IVA positif sebanyak 20 orang.
Tujuan penelitian : Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi wanita usia subur (WUS) dalam melakukan pemeriksaan IVA di Puskesmas Mlati II Sleman, Yogyakarta.
Metode : Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 98 responden, 1 responden di eksklusikan (pekerjaan tenaga kesehatan), responden yang diteliti 97 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan Accidental Sampling. Alat ukur pengetahuan, sikap, sumber informasi, dukungan keluarga, dukungan petugas kesehatan, pemeriksaan IVA menggunakan kuesioner. Data diolah dan dianalisis menggunakan uji Spearman Rank dengan tingkat kemaknaan ρ<0,05.
Hasil : Dari 97 responden WUS, terdapat 43 orang (44,3%) berpengetahuan kurang baik, 79 orang (81,4%) sikap baik, 54 orang (55,7%) mendapatkan sumber informasi, 74 orang (76,3%) mendapat dukungan keluarga dan 56 orang (57,7%) mendapat dukungan rendah dari petugas kesehatan dan tidak melakukan pemeriksaan IVA.
Kesimpulan : Ada hubungan antara pengetahuan (p = 0,004), sumber informasi (p = 0,029), dukungan petugas kesehatan (p = 0,000), dan tidak ada hubungan antara sikap (p = 0,325), dukungan keluarga (p = 0,778) tentang deteksi dini kanker leher rahim (Serviks) dengan melakukan pemeriksaan IVA.
Keywords
Full Text:
PDFDOI: https://doi.org/10.47317/mikki.v14i2.833
Copyright (c) 2025 Mikki: Majalah Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Indonesia
View My Stats
