Pengaruh terapi kognitif terhadap tingkat stres mahasiswa
Abstract
Latar Belakang: Stress merupakan suatu respons yang dialami manusia secara alami terhadap tekanan atau perubahan dalam kehidupan, siapapun dapat mengalami stress, tak terkecuali mahasiswa. Mahasiswa yang menhalami kondisi ini ditandai dengan perubahan emosi (mood swing), gejala fisik (lemas, gangguan pencernaan), perubahan kognitif dan perubahan perilaku. Dalam mengatasi stress banyak terapi yang dapat digunakan salah satunya terapi kognitif.
Tujuan Penelitian: Mengetahui pengaruh terapi kognitif terhadap tingkat stress pada mahasiswa semester VI sarjana keperawatan STIKES Wira Husada Yogyakarta.
Metode Penelitian: Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Quasi experiment (kuasi eksperimen) dengan pendekatan one group pre test–post test design. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa semester VI sarjana keperawatan STIKES Wira Husada Yogyakarta. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah subyek penelitian dengan jumlah 36 orang. Variabel dalam penelitian ini adalah terapi kognitif (varabel independen) dan tingkat stress (variabel dependen). Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner DASS 41 dan analisa data menggunakan uji paired sample t-test.
Hasil : Setelah diberikan terapi kognitif pada 36 responden terdapat penurunan tingkat stress. Hasil uji paired sample t-test menunjukan hasil sig 0.000, nilai p < 0.05 maka dapat disimpulkan H0 ditolak, Ha diterima yang berarti ada pengaruh yang signifikan antara tingkat stress sebelum dan sesudah dilakukan terapi kognitif.
Kesimpulan : Terdapat pengaruh terapi kognitif terhadap tingkat stress pada mahasiswa semester VI sarjana keperawatan STIKES Wira Husada YogyakartaKata kunci: Penyuluhan; pengetahuan; hipertensi; ibu rumahKeywords
Full Text:
PDFDOI: https://doi.org/10.47317/mikki.v14i2.826
Copyright (c) 2025 Mikki: Majalah Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Indonesia
View My Stats
