Hubungan status gizi dan beban kerja mental dengan produktivitas kerja pada pekerja pembangunan jalan tol

Aldella Septinyuki, Prastiwi Putri Basuki, Siti Uswatun Chasanah

Abstract


Produktivitas kerja merupakan indikator penting dalam menilai kinerja pekerja dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk status gizi dan beban kerja mental. Ketidakseimbangan status gizi dapat berdampak pada kondisi fisik, sedangkan beban kerja mental yang tinggi dapat memicu kelelahan dan stres, terutama pada lingkungan proyek konstruksi dengan tuntutan kerja tinggi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi dan beban kerja mental dengan produktivitas kerja pada pekerja administrasi di PT. Adhi Karya (Persero) Tbk. Proyek Pembangunan Jalan Tol Solo–Yogyakarta–NYIA Kulonprogo Seksi II Paket 2.2. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional pada 65 responden. Status gizi diukur menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT), beban kerja mental menggunakan kuesioner NASA-TLX, dan produktivitas kerja diukur melalui kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Rank Spearman dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki status gizi overweight (55,4%), beban kerja mental tinggi (56,9%) hingga sangat tinggi (38,5%), serta produktivitas kerja tinggi (87,7%). Uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dan produktivitas kerja (r=–0,070; p=0,578) maupun antara beban kerja mental dan produktivitas kerja (r=–0,143; p=0,255).


Keywords


Status gizi, Beban Kerja Mental, Produktivitas Kerja, Pekerja Administrasi Konstruksi.



DOI: https://doi.org/10.47317/jkm.v19i1.857

Statistik Pengunjung