Analisis pelaksanaan hubungan pilar 5 sanitasi total berbasis lingkungan masyarakat (STBM) mengenai pengelolaan limbah cair di Sekolah Dasar
Abstract
Sanitasi yang tidak memadai, khususnya dalam pengelolaan limbah cair, masih menjadi persoalan krusial di sekolah dasar. Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) menjadi strategi pemerintah dalam mengatasi permasalahan ini, dengan pilar kelima berfokus pada pengelolaan limbah cair rumah tangga. Namun, penerapan di lingkungan sekolah masih menghadapi kendala pada aspek pengetahuan, sikap, serta ketersediaan fasilitas pendukung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan, sikap, dan fasilitas sekolah dengan implementasi pengelolaan limbah cair sesuai prinsip STBM pilar lima.
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh tenaga pendidik dan kependidikan di SDN 016 Samarinda Ulu sejumlah 22 orang, yang dijadikan sampel secara total sampling. Instrumen berupa kuesioner, lembar observasi, dan wawancara. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square dan Fisher Exact Test.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 72,7% responden memiliki pengetahuan baik, dan 100% menunjukkan sikap positif. Namun, fasilitas pengelolaan limbah cair belum sepenuhnya tersedia; hanya 70% indikator yang memenuhi standar, dan IPAL tidak tersedia. Uji bivariat menunjukkan hubungan signifikan antara pengetahuan dan implementasi pengelolaan limbah cair (p = 0,042).
Dapat disimpulkan bahwa implementasi STBM pilar lima tidak hanya dipengaruhi oleh aspek individu seperti pengetahuan dan sikap, tetapi sangat bergantung pada ketersediaan fasilitas. Oleh karena itu, sekolah perlu memperoleh dukungan infrastruktur, khususnya pembangunan IPAL, serta penguatan kebijakan sanitasi yang mendukung keberlanjutan lingkungan belajar yang sehat.
Keywords
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)DOI: https://doi.org/10.47317/jkm.v18i2.810
Statistik Pengunjung

