Yogyakarta berada di kawasan rawan bencana, namun banyak keluarga belum memiliki kemampuan dasar menghadapi kondisi darurat. Hal ini menyebabkan keterlambatan penanganan cedera pada fase awal bencana, seharusnya dapat diminimalkan jika anggota keluarga memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai. Kegiatan ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pelatihan pertolongan pertama terhadap peningkatan kesiapsiagaan keluarga menghadapi bencana rumah tangga pada masyarakat di wilayah rawan bencana. Kegiatan PkM menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental melalui metode one group pre-test dan post-test design yang dilaksanakan di Kalurahan Argomulyo, Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Intervensi dilakukan kepada 19 responden melalui program edukasi “Sehari Bersama RESPATI” Keluarga Tangguh dengan metode penyuluhan interaktif, demonstrasi, simulasi praktik pertolongan pertama, penggunaan kotak P3K, serta edukasi tas siaga bencana keluarga. Instrumen menggunakan kuesioner pre-test dan post-test serta lembar observasi praktik peserta. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat setelah pelatihan dengan nilai p-value sebesar 0,029 (<0,05). Kesimpulan kegiatan yaitu pelatihan pertolongan pertama berbasis komunitas efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan keluarga menghadapi bencana rumah tangga serta berkontribusi terhadap penguatan ketahanan masyarakat berbasis keluarga.
Keywords
pertolongan pertama, kesiapsiagaan keluarga, bencana rumah tangga, ketahanan komunitas