Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak dan Edukasi Gizi Sebagai Upaya Pencegahan Stunting pada Anak di Wukirsari, Imogiri Bantul
Abstract
Latar Belakang : Perkembangan dan pertumbuhan anak merupakan aspek yang krusial untuk diperhatikan sejak tahap awal. Masa keemasan yang dikenal sebagai periode golden age merupakan periode kritis yang hanya terjadi satu kali sepanjang hidup anak, dimulai dari usia 0 hingga 5 tahun. Perkembangan anak diukur melalui berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala, sedangkan perkembangan diukur berdasarkan kemampuan motorik, sosial dan emosional, kemampuan bahasa, serta kemampuan kognitif. Program Screaning Deteksi Dini Tumbuh Kembang (DDTK) adalah kegiatan pemantaun secara dini untuk mengetahui pengembangan tumbuh kembang anak yang menyeluruh dan berkualitas.
Tujuan : Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi status tumbuh kembang anak yang berumur 0-5 tahun di Desa Wukirsari Imogiri Bantul. Populasi yang menjadi fokus dalam penelitian ini adalah anak-anak berusia 0-5 tahun berjumlah 40 responden.
Metode : metode pelaksanaan pengabdiab masyarakat dalam kegiatan ini berupa screaning pemeriksaan tumbuh kembang anak dan edukasi pemberian gizi pada anak.
Hasil: Hasil Pemeriksaan DDTK menunjukkan 40 (100%) dalam kondisi normal sesuai dengan tingkat usia anak.
Kesimpulan : Kegiatan screaning tumbuh kembang anak dapat dijadikan acuan dalam pemantauan status gizi yang optimal dengan hasil kegiatan berjalan dengan baik, dimana anak dapat mengikuti deteksi dini tumbang anak dengan baik.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Adriani, V. (2018). Meningkatkan Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Usia Dini melalui Program Penyuluhan untuk Deteksi Dini Perkembangan Anak. Universitas Pendidikan Indonesia, 1(1), 1–6.
Deki, P. (2015). Faktor yang Mempengaruhi Awal Masa Pertumbuhan dan Perkembangan Anak: Pentingnya 1000 Hari Pertama. Jurnal dari Praktik Canggih dalam Perawatan, 01(01), 1-7.
Departemen Kesehatan Anak (2014). Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran. Buku Panduan Diagnostik dan Pengobatan Kesehatan Anak.
Fazrin, I. (2018). Pendidikan Kesehatan untuk Deteksi Dini Pertumbuhan dan Perkembangan Anak di Laboratorium PAUD Sekolah UNPGRI Kediri. Jurnal Keterlibatan Masyarakat dalam Kesehatan, 1(2), 6-14. DOI: 10. 30994/jceh. v1i2. 8.
Hasanah, N. , dan Sugito, S. (2020). Studi Mengenai Cara Didik Orang Tua yang Berhubungan dengan Keterlambatan Bicara pada Anak-anak di Usia Dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(2), 913 – 922
Hersila, N. , Yeni, R. , Maisari, S. , dan Fevria Biologi, R. (tanpa tahun). Prosiding SEMNAS BIO 2022 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kebiasaan Makan Anak-anak Usia Dini: Sebuah Tinjauan Pustaka.
Kementerian Kesehatan RI. 2007. Pedoman Strategi KIE Keluarga Sadar Gizi
(Kadarzi). Jakarta. Kementerian Kesehatan RI. 2011. Pedoman Umum Pengelolaan Posyandu. Jakarta.
Menteri Kesehatan Republik Indonesia (2020). Regulasi Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2020 mengenai Ukuran Antropometri untuk Anak.
SSGI. Panduan Ringkas Hasil Penelitian Status Gizi di Indonesia (2022). Lembaga Kebijakan Pembangunan Kesehatan | BKPK Kementerian Kesehatan. 2022;1–154. Dapat diakses di: https://ww. badankebijakan. kemkes. go. id/buku-saku-hasil-survei-status-gizi-indonesia-ssgi-tahun-2022/
DOI: https://doi.org/10.47317/dmk.v8i3.822
Copyright (c) 2026 DIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat
View My Stats
