Hubungan Stres Kerja, Motivasi Kerja dan Lingkungan Kerja Non Fisik dengan Kinerja Karyawan Rumah Sakit “X” di Wonosobo

Harsono Sugianto Putro, Ariana Sumekar, Sunaryo Sunaryo

Abstract


Latar Belakang : Manajemen sumber daya manusia di setiap organisasi/badan usaha berperan memfasilitasi kinerja organisasi. Kinerja pegawai merupakan perilaku nyata yang dihasilkan setiap orang sebagai prestasi kerja yang dihasilkan oleh pegawai sesuai dengan perannya dalam suatu badan usaha. Badan usaha pemberi kerja seharusnya memperhatikan kinerja sumber daya manusia dan stres kerja pada pegawai. Urutan prevalensi terjadinya burnout dan stres kerja di antara lima profesi medis dari yang tertinggi hingga terendah adalah perawat (66%), asisten dokter (61,8%), dokter (38,6%), staf administrasi (36,1%) dan teknisi medis (31,9%).

Tujuan : mengetahui hubungan stres kerja, motivasi kerja, dan lingkungan kerja non fisik dengan kinerja karyawan di RS “X” Wonosobo. Metode : Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional pada 202 responden menggunakan proportional random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Pearson Chi-Square.

Hasil penelitian menunjukkan 54% responden mengalami stres kerja, 57% memiliki motivasi kerja baik, serta 56% responden menilai lingkungan kerja non fisik baik. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara stres kerja (p=0,001), motivasi kerja (p=0,000), dan lingkungan kerja non fisik (p=0,048) dengan kinerja karyawan.

Kesimpulan: Stres kerja, motivasi kerja, dan lingkungan kerja non fisik berhubungan signifikan dengan kinerja karyawan, sehingga perlu menjadi perhatian dalam upaya peningkatan kinerja.


Keywords


Stres kerja, motivasi kerja, lingkungan kerja non fisik, kinerja.

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.47317/mikki.v15i1.884

Copyright (c) 2026 Mikki: Majalah Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Indonesia

View My Stats