Trias Diabet sebagai Indikator Awal: Kajian Klinis pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II di RSUD Sleman
Abstract
Diabetes Mellitus Tipe II (DMT2) merupakan penyakit metabolik kronis dengan prevalensi yang terus meningkat, termasuk di RSUD Sleman. Gejala klasik yang dikenal sebagai trias diabet (poliuria, polidipsia, dan polifagia) merupakan indikator klinis penting untuk deteksi dini. Namun, gejala ini sering diabaikan sehingga pasien datang dalam kondisi sudah mengalami komplikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran trias diabetes pada pasien Diabetes Mellitus Tipe II di RSUD Sleman, serta memetakan faktor risiko, komplikasi, dan pengelolaan diri pasien. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan sampel 30 pasien DMT2 yang dipilih secara acak dari populasi berjumlah 250 pasien. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, observasi, pengukuran ABI, serta pemeriksaan rekam medis. Analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil: Mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (53,3%) dengan rentang usia dominan 40–50 tahun (46,7%). Sebagian besar memiliki riwayat keluarga DM (86,7%) dan penyakit penyerta hipertensi (70%). Gambaran trias diabetes menunjukkan: Poliuria: seluruh responden (100%) mengalami poliuria ringan. Polidipsia: 96,7% mengalami polidipsia ringan. Polifagia : 96,7% mengalami polifagia ringan. Hasil pemeriksaan ankle brachial index (ABI) menunjukkan 96,7% berada dalam kategori normal. Sebanyak 63,3% mengalami komplikasi kardiovaskuler dan 76,7% mengalami komplikasi lain terkait diabetes. Sebagian besar responden (93,3%) mengalami penurunan berat badan. Pengelolaan diabetes dan kepatuhan berobat masih bervariasi; 56,7% patuh menjalankan pengobatan. Kesimpulan: Trias diabetes pada pasien DMT2 di RSUD Sleman muncul dalam derajat ringan namun tetap signifikan sebagai gejala klinis awal. Komplikasi tetap ditemukan pada sebagian besar pasien, menunjukkan pentingnya deteksi dini, edukasi gaya hidup sehat, serta peningkatan kepatuhan berobat. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar pengembangan program pemantauan mandiri dan pencegahan komplikasi diabetes.
Keywords
Full Text:
PDFDOI: https://doi.org/10.47317/mikki.v14i2.834
Copyright (c) 2025 Mikki: Majalah Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Indonesia
View My Stats
