Pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap pengetahuan dan sikap pencegahan demam berdarah pada kader kesehatan di Piyungan
Antok Nurwidi Antara, Novi Istanti, Muryani Muryani
Abstract
Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah salah satu penyakit menular yang terjadi di Indonesia, merupakan penyakit menular disebabkan virus dengue melalui gigitan nyamuk. Kasus DBD di Indonesia Tahun 2021 sejumlah 73.518 kasus dengan jumlah kematian ada 705 kasus. (Kemenkes, 2021). Kasus DBD di Bantul terbanyak ketiga ada di Piyungan sejumlah 77 kasus (Profil Kesehatan Kabupaten Bantul 2023). Penelitian ini dengan memberikan intervensi penyuluhan kesehatan disertai media video untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan dalam mencegah DBD di wilayah Puskesmas Piyungan. Metode penelitian dengan quasi-experiment tanpa kelompok kontrol. Hasil penelitian bahwa tingkat pengetahuan kader di Piyungan tentang pencegahan DBD sebelum intervensi kategori baik dan setelah intervensi masih kategori baik, namun ada peningkatan jumlah responden yang berkategori baik dari 22 menjadi 26 responden. Sikap kader kesehatan di Piyungan tentang pencegahan DBD sebelum intervensi kategori sikap positif dan setelah intervensi tetap kategori sikap positif, secara statistik tidak ada pengaruh penyuluhan kesehatan disertai media youtube terhadap pengetahuan, nilai p= 0,059 dan tidak ada pengaruh juga terhadap sikap kader kesehatan, nilai p=0,052 tentang pencegahan DBD di wilayah Puskesmas Piyungan Bantul. Secara umum intervensi yang dilakukan dalam penelitian ini dapat meningkatkan skor pengetahuan kader kesehatan di Piyungan tentang pencegahan DBD.